PANEN DAN UBINAN PADI INPARI 32

Oleh : Jinsono Purba SP. ~ Consultant Hama dan Penyakit (OPT)

Produktivitas Tembus 8,657 Ton/Ha di Sei Bingei, Langkat

Langkat, 18 Februari 2026 — Kegiatan panen dan ubinan padi milik Bapak Misiadi, anggota Kelompok Tani Harapan, Dusun V Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, berlangsung dengan hasil yang menggembirakan.

Acara panen ini turut didampingi oleh Koordinator PPL Bapak Suranta Ginting, para PPL lainnya, serta tim Dyna Grow dari Langkat yang hadir langsung menyaksikan proses ubinan hingga panen riil di lapangan.

Varietas yang ditanam merupakan turunan dari Inpari 32, dengan penerapan pemupukan berimbang yang dikombinasikan penggunaan Pupuk Organik Dyna Grow.

DATA UBINAN

Luas ubinan: 2,5 m × 2,5 m (6,25 m²)

🔎 Ubinan 1

Jumlah anakan: 22

Jumlah rumpun: 156

Jumlah bulir: 252

Berat gabah: 5,8 kg

🔎 Ubinan 2

Jumlah anakan: 22

Jumlah rumpun: 134

Jumlah bulir: 215

Berat gabah: 5,9 kg

📌 Rata-rata hasil ubinan: 5,85 kg per 6,25 m²

📈 ESTIMASI PRODUKSI BERDASARKAN UBINAN

Produksi per meter persegi: ± 0,936 kg/m²

Estimasi 400 m²: ± 374,4 kg

Potensi per hektar: ± 9,36 ton/ha

HASIL RIIL PANEN

Setelah dilakukan panen menyeluruh, diperoleh hasil nyata sebagai berikut:

4,848 ton per 14 rante

Setara dengan 346,2 kg per rante

Jika dikonversikan mencapai 8,657 ton per hektar

Hasil ini menunjukkan bahwa capaian riil di lapangan sangat mendekati estimasi ubinan dan tergolong tinggi untuk varietas turunan.

🗣 Pernyataan Petani

Menurut Bapak Misiadi, hasil panen kali ini tergolong luar biasa, mengingat benih yang digunakan merupakan turunan dari Inpari 32.

“Luar biasa hasilnya, padahal bibitnya turunan dari Inpari 32” ungkapnya.

🌿 Faktor Pendukung Keberhasilan

Penerapan budidaya yang terukur, pendampingan penyuluh, serta penggunaan Pupuk Organik Dyna Grow menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong:

Pertumbuhan anakan yang seragam

Rumpun produktif yang optimal

Pengisian bulir lebih bernas

Daya tahan tanaman lebih stabil

Kolaborasi antara petani, penyuluh, dan tim pendamping menjadi kunci keberhasilan peningkatan produktivitas di wilayah Sei Bingei.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus menerapkan budidaya padi yang tepat, efisien, dan berkelanjutan demi peningkatan hasil dan kesejahteraan.(JP)